Jun20

TANDA-TANDA DAN CIRI ORANG MASUK SURGA

Diposting oleh sharing media blog • Di: ISLAM
Tanda-tanda dan ciri-ciri orang
(manusia) yang pasti masuk
surga menurut islam.
Tanda-tanda orang dan ciri-ciri
manusia (orang) yang pasti
masuk surga menurut islam.
1.Memberi Makan.
Tanda yang pertama orang itu
pasti masuk surga ialah
memberi makan dan minum
Makan dan minum merupakan
kebutuhan manusia yang harus
dipenuhi oleh masing-masing
orang, namun karena berbagai
persoalan dalam kehidupan
manusia, maka banyak orang
yang tidak bisa memenuhinya
atau bisa memenuhi tapi tidak
sesuai dengan standar
kesehatan, karena itu, bila kita
ingin mendapat jaminan masuk
surga, salah satu yang harus kita
lakukan dalam hidup ini adalah
memberi makan kepada orang
yang membutuhkannya.
Rasulullah saw bersabda:
“Sembahlah Allah Yang Maha
Rahman, berikanlah makan,
tebarkanlah salam, niscaya
kamu masuk surga dengan
selamat ” (HR. Tirmidzi) .
2. Menyambung Silaturrahim.
Hubungan antar sesama manusia
harus dijalin dengan sebaik-
baiknya, antara sesama saudara
dalam iman, terutama yang
berasal dari rahim ibu yang sama
yang kemudian disebut dengan
saudara dalam nasab. Bila ini
selalu kita perkokoh, maka di
dalam hadits di atas, kita
mendapatkan jaminan surga dari
Rasulullah saw, sedangkan bila
kita memutuskannya, maka
kitapun terancam tidak masuk
surga. Rasulullah saw bersabda:
“Tidak akan masuk surga orang
yang suka memutuskan, Sufyan
berkata dalam riwayatnya: yakni
memutuskan tali persaudaraan ”
(HR. Bukhari dan Muslim).
“Ketika Rasulullah saw
bertanya kepada pada sahabat
tentang maukah aku
beritahukan kepada kalian
tentang orang yang akan
menjadi penghuni surga?
diantaranya beliau menjawab:
Seorang laki-laki yang
mengunjungi saudaranya di
penjuru kota dengan ikhlas
karena Allah ” (HR. Ibnu Asakir,
Abu Na’im dan Nasa’i).
3. Shalat Malam.
Shalat Malam Tempat terpuji di
sisi Allah swt adalah surga yang
penuh dengan kenikmatan yang
tiada terkira, karenanya salah
satu cara yang bisa kita lakukan
untuk bisa diberi tempat yang
terpuji itu adalah dengan
melaksanakan shalat tahajjud
saat banyak manusia yang
tertidur lelap, Allah swt
berfirman: “ Dan pada
sebahagian malam hari
bersembahyang tahajudlah
kamu sebagai suatu ibadah
tambahan bagimu; Mudah-
mudahan Tuhan-mu
mengangkat kamu ke tempat
yang Terpuji ” (QS Al Isra [17]
:79). Manakala seseorang sudah
rajin melaksanakan shalat
tahajjud, ia merasa menjadi
seorang yang begitu dekat
dengan Allah swt dan bukti
kedekatannya itu adalah dengan
tidak melakukan penyimpangan
dari ketentuan Allah swt
meskipun peluang untuk
menyimpang sangat besar dan
bisa jadi ia mendapatkan
keuntungan duniawi yang
banyak.
4. Memudahkan Orang Lain.
Dalam hidupnya, ada saat
manusia mengalami kesenangan
hidup dengan segala
kemudahannya, namun pada
saat lain bisa jadi ia mengalami
kesulitan dan kesengsaraan.
Karena itu, sesama manusia
idealnya bisa saling
memudahkan, termasuk dalam
jual beli. Manakala kita sudah
bisa memudahkan orang lain,
maka salah satu faktor yang
membuat manusia mendapat
jaminan surga telah diraihnya.
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa memudahkan
orang yang kesulitan, Allah
memudahkannya di dunia dan
akhirat ” (HR. Ibnu Majah dari
Abu Hurairah).
5. Berjihad.
Islam merupakan agama yang
harus disebarkan dan
ditegakkan dalam kehidupan di
dunia ini, bahkan ketika dengan
sebab disebarkan dan
ditegakkan itu ada pihak-pihak
yang tidak menyukainya, lalu
mereka memerangi kaum
muslimin, maka setiap umat
Islam harus memiliki semangat
dan tanggungjawab untuk
berjihad dengan pengorbanan
harta dan jiwa sekalipun.
6. Tidak Sombong.
Takabbur atau sombong adalah
menganggap dirinya lebih
dengan meremehkan orang lain,
karenanya orang yang takabbur
itu seringkali menolak
kebenaran, apalagi bila
kebenaran itu datang dari orang
yang kedudukannya lebih rendah
dari dirinya. Oleh karena itu, bila
kita mati dalam keadaan
terbebas dari kesombongan
amat mendapatkan jaminan
masuk surga, Rasulullah saw
bersabda: “Barangsiapa yang
mati dan ia terbebas dari tiga
hal, yakni sombong, fanatisme
dan utang, maka ia akan masuk
surga ” (HR. Tirmidzi).
7. Tidak Memiliki Fanatisme
Yang Berlebihan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa
manusia termasuk kaum
muslimin hidup dengan latar
belakang yang berbeda-beda,
termasuk latar belakang
kelompok, baik karena kesukuan,
kebangsaan maupun golongan-
golongan ber-dasarkan
organisasi maupun paham
keagamaan dan partai politik, hal
ini disebut dengan ashabiyah.
8. Terbebas Dari Utang.
Dalam hidup ini, manusia
seringkali melakukan hubungan
muamalah dengan sesamanya,
salah satunya adalah transaksi
jual beli. Namun dalam proses
jual beli tidak selalu hal itu
dilakukan secara tunai atau
seseorang tidak punya uang
padahal ia sangat
membutuhkannya, maka iapun
meminjam uang untuk bisa
memenuhi kebutuhannya, inilah
yang kemudian disebut dengan
utang. Rasulullah saw bersabda:
“ Berhati-hatilah dalam
berutang, sesungguhnya
berutang itu suatu kesedihan
pada malam hari dan
kerendahan diri (kehinaan)
pada siang hari ” (HR. Baihaki)
9. Peka Terhadap Peringatan.
Peka terhadap peringatan
membuat seseorang mudah
menerima segala peringatan dan
nasihat dari siapapun agar
waspada terhadap segala bahaya
dalam kehidupan di dunia dan
akhirat, sikap ini merupakan
sesuatu yang amat penting
karena setiap manusia amat
membutuhkan peringatan dari
orang lain, karenanya orang
seperti itu akan mudah
menempuh jalan hidup yang
benar sehingga mendapat
jaminan akan masuk ke dalam
surga.
10. Menahan Amarah.
Al ghadhab atau marah
merupakan salah satu sifat yang
sangat berbahaya sehingga ia
telah menghancurkan manusia,
baik secara pribadi maupun
kelompok. Ada beberapa bahaya
dari sifat marah yang harus
diwaspadai.
Pertam.
Merusak iman, karena
semestinya bila seseorang sudah
beriman dia akan memiliki akhlak
yang mulia yang salah satunya
adalah mampu mengendalikan
dirinya sehingga tidak mudah
marah kepada orang lain.
Rasulullah saw bersabda: “Marah
itu dapat merusak iman seperti
pahitnya jadam merusak
manisnya madu ” (HR. Baihaki).
Kedua.
Mudah mendapatkan murka dari
Allah swt terutama pada hari
kiamat, karena itu pada saat kita
hendak marah kepada orang lain
mestinya kita segera mengingat
Allah sehingga tidak
melampiaskan kemarahan
dengan hal-hal yang tidak benar.
Allah swt berfirman sebagaimana
yang disebutkan dalam hadits
Qudsi: “ Wahai anak Adam,
ingatlah kepada-Ku ketika
kamu marah. Maka Aku akan
mengingatmu jika Aku sedang
marah (pada hari akhir) “ .
Ketiga.
Mudah marah juga akan mudah
menyulut kemarahan orang lain
sehingga hubungan kita kepada
orang lain bisa menjadi
renggang bahkan terputus sama
sekali. Oleh karena itu, seseorang
baru disebut sebagai orang yang
kuat ketika ia mampu
mengendalikan dirinya pada saat
marah sehingga kemarahan itu
dalam rangka kebenaran bukan
dalam rangka kebathilan.
Rasulullah saw bersabda:
“Orang kuat bukanlah yang
dapat mengalahkan musuh,
namun orang yang kuat adalah
orang yang dapat mengontrol
dirinya ketika marah ” (HR.
Bukhari dan Muslim).
11. Ikhlas.
Ikhlas Menerima Kematian Anak
dan OrangYang Dicintai. Setiap
orang yang berumah tangga
pasti mendambakan punya anak,
karena anak itu menjadi harapan
masa depan dan kesinambungan
keluarga. Karenanya bahagia
sekali seseorang bila dikaruniai
anak, baik laki maupun
perempuan. Rasulullah saw
bersabda: “Tidaklah mati tiga
anak seseorang, lalu dia
merelakannya (karena Allah)
kecuali dia rnasuk surga” .
Seorang wanita bertanya:
“atau dua orang anak juga,
wahai Rasulullah?”. Beliau
menjawab: “atau dua
anak” (HR. Muslim).
12. Bersaksi Atas Kebenaran Al-
Qur’an.
Al-Qur’an merupakan kitab suci
yang tidak perlu diragukan lagi
kebenarannya oleh setiap
muslim, namun kenyataan
menunjukkan tidak semua
muslim mau bersaksi dalam arti
menjadi pembela kebenaran Al-
Qur’an dari orang yang
menentang dan meragukannya,
bahkan tidak sedikit muslim yang
akhimya larut dengan upaya
kalangan non muslim yang
berusaha meragukan kebenaran
mutlak Al-Qur’an.
13.Berbagi Kepada Orang Lain.
Banyak kebaikan yang harus
kita lakukan dalam hidup ini
sehingga kebaikan-kebaikan
yang kita laksanakan itu
membuat kita menjadi manusia
yang dirasakan manfaat
keberadaan kita bagi orang lain
sehingga apapun yang kita miliki
memberi manfaat yang besar
bagi orang lain apalagi bila hal
itu memang amat dibutuhkan
oleh manusia.
14. Hakim Yang Benar.
Dalam hidup ini banyak sekali
perkara antar manusia yang
harus diselesaikan secara hukum
sehingga diperlukan pengadilan
yang mampu memutuskan
perkara secara adil, untuk itu
diperlukan hakim yang adil dan
bijaksana sehingga ia bisa
memutuskan perkara dengan
sebaik-baiknya. Bila ada hakim
yang baik, maka ia akan
mendapat jaminan bisa masuk
ke dalam surga. Rasulullah saw
bersabda: Hakim-hakim itu ada
tiga golongan, dua golongan di
neraka dan satu golongan di
surga : Orang yang mengetahui
yang benar lalu memutus
dengannya, maka dia di surga.
Orang yang memberikan
keputusan kepada orang-orang
di atas kebodohan, maka dia itu
di neraka dan orang yang
mengetahui yang benar lalu dia
menyeleweng dalam
memberikan keputusan, maka
dia di neraka (HR. Abu Daud,
Tirmidzi, Nasa’l, Ibnu Majah dan
Hakim
Semoga Bermanfaat
Sumber : http://
mimbarjumat.com
Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "TANDA-TANDA DAN CIRI ORANG MASUK SURGA"

16:30, 22-Jun-13
RENDI

http://menginjakbumi.yu.tl/tanda-tanda-dan-ciri-orang-masuk-surga.xhtml

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

Komentar terbaru dinonaktifkan pada posting ini.